Provinsi Kota Solo. Peta Kota Solo Surakarta juga disebut Solo atau Sala adalah kota yang terletak di provinsi Jawa Tengah Indonesia yang berpenduduk 503421 jiwa (2010)dan kepadatan penduduk 13636/km2 Kota dengan luas 44 km2 ini berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali di sebelah utara Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo di Author Peta Kota.

Saat ini wacana publik yang berkembang di Solo adalah adanya usulan agar ibukota Provinsi Jateng dipindah dari Semarang ke Kota Solo Wacana ini mengemuka dengan alasan dalam waktu 10 sampai 20 tahun lagi Kota Semarang sulit untuk dikembangkan sebagai wilayah ibukota karena lokasi dan infrastrukturnya sulit dikembangkan.
Sejarah Asal Usul Kota Solo (Surakarta) Kota Surakarta
Surakarta ( bahasa Jawa ꦯꦸꦫꦏꦂꦠ translit Surakarta pengucapan bahasa Jawa [surɔˈkart̪ɔ] ) juga disebut atau dikenal dengan Solo ( bahasa Jawa ꦱꦭ translit Sala) adalah kota di Jawa Tengah Indonesia dengan penduduk 522364 jiwa ( 2020) dan kepadatan 1186100/km 2 Tanggal berdiri 17 Februari 1745Negara Transkripsi bahasa daerah Hanacaraka ꦯꦸꦫꦏꦂꦠProvinsi.
Solo ibukota Jateng atau provinsi Surakarta? – MENCATAT UNTUK
Geger PecinanPindah Dari Keraton Kartasura Ke Desa SalaPerjanjian Giyanti Dan Pecahnya Kesultanan MataramKota Solo KiniSejarah awal kota ini terbentuk ketika pusat pemerintahan Kesultanan Mataram Islam pindah dari Keraton Kartasura ke Desa Sala karena mengalami keruntuhan yang diketahui disebabkan oleh pemberontakan pasukan gabungan JawaTionghoa yang dipimpin Raden Mas Garendi alias Sunan Kuning Pemberontakan ‘Geger Pacinan’ diawali dengan dengan pembantaian 10 ribu orang Tionghoa oleh VOC di Batavia (sekarang Jakarta) bulan Oktober 1740 yang kemudian banyak orang Tionghoa melarikan diri ke Jawa Tengah dan Jawa Timur Sejumlah orang Tionghoa yang melarikan diri ini akhirnya bersekutu dengan kekuatan Kesultanan Mataram Mereka bersumpah setia pada Pakubuono II kemudian bersamasama berperang melawan penjajah VOC (Vereenigde OostIndische Compagnie) Perang besar berkobar nyaris di seluruh Jawa Tengah dan Jawa Timur Beberapa kota berhasil direbut oleh pasukan gabungan JawaTionghoa Perang ini adalah perang terbesar sepanjang sejarah penjajahan VOC di Nusantara Akibat pemberontakan dan peperangan tersebut menyebabkan seluruh bangunan keraton Kartasura rusak berat Berawal dari situlah Sri Sunan Pakubuwono II menunjuk beberapa orang diantaranya Tumenggung Honggowoso Adipati Sindurejo Adipati Pringgoloyo Tumenggung Mangkuyudo Tumenggung Pusponegoro dan yang di sebut narapraja mencari tempat baru untuk pemerintahan Para narapraja melakukan pengembaraan ke berbagai tempat akhirnya menemukan 3 desa yaitu Desa Sala Desa Kadipolo dan Desa Sana Sewu yang bisa di jadikan tempat pemerintahan baru Setelah itu di lakukan perundingan dan akhirnya Kota Sala lah terpilih menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Mataram Islam yang baru Letaknya hanya 10 km sebelah timur Kartasura Dan tepatnya pada 17 Februari 1745 kerajaan di pindahkan ke Desa Sala yang terletak di tepi Sungai yang nantinya disebut Bengawan Solo Perpindahan Keraton Kasunanan ke Desa Sala ini merupakan bedol keraton secara menyeluruh atau total Bersama rakyat melakukan boyonga Setelah pemindahan pusat pemerintahan ke Sala dan berganti nama menjadi Keraton Surakarta Hadiningrat lalu terjadi perang saudara Terdapat tiga tokoh utama dalam perang saudara ini yaitu Susuhunan Pakubuwono II Pangeran Mangkubumi dan Raden Mas Said alias Pangeran Sambernyawa masingmasing meminta takhta untuk menjadi pewaris Mataram Berdasarkan silsilahnya Pakubuwono II merupakan raja pendiri dari Kasunanan Surakarta dan Pangeran Mangkubumi adalah saudara kandungnya (kakak beradik) yang merupakan samasama putra dari Amangkurat IV (17191726) Sedangkan Raden Mas Said merupakan salah sati cucu Amangkurat IV atau lebih tepatnya adalah keponakan dari Pakubuwana II dan Pangeran Mangkubumi Puncak dari konflik saudara tersebut adalah Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755 yang berlangsung di Desa Jantiharjo Karanganyar Jawa Tengah itu dihadiri oleh VOC Pakubuwana II Pangeran Mangkubumi Pangeran Sambernyawa (Raden Mas Said) dan Pakubuwana III Perjanjian ini merupakan Adapun mengapa penyebutannya sekarang Kota Solo bukan Kota Sala karena kesalahan orangorang Eropa dalam penyebutan nama ini Lidah mereka susah untuk menyebutkan Kota Sala jadi mereka menyebutnya Kota Solo Nah karena itulah masyarakat Indonesia mengikuti kebiasaan tersebut dan menyebut Sala menjadi Solo Meskipun nama resmi kota ini adalah Kota Surakarta Tapi lebih banyak orang yang menyebutnya Kota Solo Dan dalam dunia marketing pun nama Solo lebih ‘menjual’ daripada nama resminya Bagi penduduk Kota Solo persoalan nama ini tidak perlu di permasalahkan Sebab bagi rakyat Solo nama Surakarta juga di terima sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan karena nama tersebut adalah nama pemberian dari Sri Sunan Pakubuwono II Jadi demikian baik nama Solo maupun Surakarta akan selalu hadir mencerminkan hubungan saling menghargai antara pemimpin dan rakyat Solo Dan bagi anda yang penasaran akan Kota Solo maka berkunjung lah ke kota wisata yang masih kentara akan kultur dan budayan 43/5 (3).
UMK Solo 2022 dan Wilayah Lain di Provinsi Jawa Tengah
Menjelang 2022 pemerintah mengumumkan besaran UMR untuk tiap wilayah termasuk Solo dan daerah lainnya di Jawa Tengah Adapun UMR Solo 2022 meningkat Rp21000 dibandingkan tahun lalu Melansir laman jatengprovgoid Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengumumkan besaran upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Tengah 2022 dengan kenaikan sebesar 0 Author Berita Bisnis.
Infrastruktur Jalan Solo Lima Jalan Provinsi Jadi Jalan Kota Solo Ini Lokasinya
Kota Solo Menuju Kota Berkelanjutan yang BenarBenar Inklusif
Kota Surakarta Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Peta Kota Solo
Soloposcom SOLO — Konsep pembangunan Kota Solo yang berkelanjutan atau sustainable mengemuka dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo Provinsi Jawa Tengah di Hotel Paragon Kota Solo Selasa (18/1/2022).